Senin, 16 Juni 2008

Positive Thinking Attitude

Positive Thinking Attitude

Oleh : Peter Lim

"Our attitudes control our lives. Attitudes are a
secret power working twenty-four hours a day, for good
or bad. It is of paramount importance that we know how
to harness and control this great force" Tom Bland

Realitanya, optimal tidaknya suatu hasil yang ingin
dicapai, kitalah penentunya. Tetapi tidak semua orang
"mampu" menerima kerealitaan ini atau mau
menyadarinya. Umumnya, alih alih menyadari atau
menerima kerealitaan ini, seseorang lebih cenderung
menyalahkan atau menuding pihak - pihak lain atas
kekurangberuntungan yang dialami. Akhirnya, bukannya
kondisi konstruktif yang diraih tetapi adalah
sebaliknya yaitu destruktif.


Orang yang bertipe demikian, sampai kapanpun tidak
akan bisa memperbaiki "performance" atau potensinya.
Seyogianya, haruslah disadari bahwa apapun kondisi
yang terjadi atau keadaan apapun yang berlaku,
penyebabnya dan bukanlah orang lain. Tetapi adalah
diri sendiri. Menyadari akan kerealitaan ini, sudah
seyogianya kapan dan dimanapun berada, sikap hidup
positif senantiasa dipertahankan. Caranya, tiada lain
adalah dengan memiliki :
STANDARD DIRI, mis. :
Pekerjaan di hari ini, tidak akan dikerjakan untuk
keesokan harinya. Atau pekerjaan hari ini, haruslah
tuntas di hari ini juga.
Apapun program kerja yang direncanakan, siapnya
haruslah "on time".
Tidak akan lari dari kenyataan dan senantiasa
bertanggung jawab terhadap apapun yang telah
dikerjakan atau didelegasikan.
Senang menerima tantangan, pantang menyerah dan
berkeyakinan diri yang mantap serta kokoh.
Tidak akan tergoyahkan, baik dikala dicela maupun
dipuji.
Tidak diskriminasi dan berwawasan universal.
KERJA KERAS. Yang dimaksud dengan kerja keras adalah
kerja keras dalam batas - batas yang tegas dan jelas
sehingga menghasilkan hasil yang optimal dan
berkwalitas. "Do a little more each day than you think
you possibly can" Lowell Thomas
3. CEKATAN. Apapun yang dikerjakan, baik kwantitas
maupun kwalitasnya, haruslah senantiasa baik dan
progresif. "Ability is what you're capable of doing.
Motivation determines what you do. Attitude determines
how well you do it" Lou Holtz
EMOSI TERKONTROL. Baik dalam kondisi senang maupun
susah, emosi terkontrol dengan baik sehingga apapun
kebijaksanaan yang diterapkan, arahnya adalah
konstruktif. Logikanya, emosi yang tidak terkontrol,
dampaknya adalah destruktif. Karena disaat tersebut,
yang paling dominan berperanan adalah hal - hal yang
arahnya irrasional. "Emotion turning back on itself,
and not leading on to thought or action, is the
element of madness" John Sterling
PANDANGAN OPTIMIS, misalnya :
Where there is a will, there is a way
While there is a life, there is a hope.
Realitanya, pandangan yang optimis sangatlah
signifikan kontribusi dalam pencapaian kesuksesan.
Contoh kasus, jika si A optimis bahwa produknya akan
mudah diserap oleh pasar maka kesuksesanlah buahnya.
Tetapi jika sebaliknya maka sampai kapanpun juga,
produknya akan tetap menumpuk di gudang. "An optimist
sees an opportunity in every calamity; a pessimist
sees a calamity in every opportunity" Winston
Churchill
MORAL BAIK, yang mencakupi :
Tidak melakukan tindakan yang illegal, baik yang
dibuat oleh pemerintah maupun yang berlaku pada adat
istiadat setempat.
Tindakan apapun yang diperbuat, tidak merugikan atau
menyengsarakan orang lain.
Apapun yang dilakukan, semuanya adalah legal, yang
selain menguntungkan diri sendiri tetapi juga orang
lain.
Suka dan senang melakukan perbuatan perbuatan terpuji,
misalnya : beramal.
Ramah tamah, sopan dan jujur kepada siapapun juga.
"The personal life deeply lived always expands into
truths beyond itself" Anais Nin
BIJAKSANA, misalnya :
Apapun yang dilakukan, dasarnya adalah netral dan adil
serta tidak merugikan pihak yang manapun juga.
Setiap tutur kata dan tindakan badan jasmani, arahnya
adalah positif, yang tanpa adanya batasan batasan
etnis, agama, suku dan lain sebagainya.
Apapun yang dilakukan, dampaknya adalah positif, yang
selalu memberikan ketenangan, keteduhan, kedamaian dan
ketentraman.
Mampu dan mau menerima apapun kerealitaan yang terjadi
serta mengevaluasinya.
TEPAT JANJI. Setiap ungkapan yang diutarakan, selalu
ditepati. Baginya, yang namanya janji adalah hutang
dan sudah seharusnya dilunasi.

0 komentar:

Posting Komentar

dimohon isi komentar anda, Syukur ada yang mau ngasih kritik yang membangun, untuk membangun silaturahmi