Senin, 05 Maret 2007

Mengendalikan Ego Pribadi

Mengendalikan Ego Pribadi

Penyakit yang paling banyak menghinggapi mental manusia sehingga dapat
menarik dirinya dari ketinggian sebagai makhluk spiritual menuju pada
kerendahan adalah memiliki kesombongan diri. Ya, kesombongan ini sangat
dekat dengan kehidupan kita dan benihnya seringkali muncul tanpa kita
sadari. Kesombongan dapat muncul karena adanya ego pribadi yang berlebihan,
adanya kebanggaan diri yang berlebihan, adanya rasa percaya diri yang
berlebihan. Dengan demikian manusia yang dapat mengendalikan diri dari
kesombongan berarti ia telah mengendalikan ego pribadinya. Mengendalikan
ego dapat meningkatkan kualitas mental menjadi lebih bernilai tinggi.

Memang dalam diri setiap manusia sudah memiliki ego pribadi. Dalam tataran
yang wajar, ego pribadi ini menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri
"self-esteem" dan memiliki kepercayaan diri " self-confidence'. Keduanya
merupakan faktor positif dalam meningkatkan kualitas pribadi setiap individu
menjadi lebih tinggi. Namun, kalau keduanya berlebihan dalam diri kita, itu
akan berubah menjadi kebanggaan "pride" yang sangat dekat dengan
kesombongan. Batas antara kebanggan dan kesombongan ini sangat tipis sekali.
Ketika berubah menjadi kesombongan, maka akan melahirkan ego pribadi yang
merugikan.

Manusia pada awalnya adalah makhluk spiritual murni yang berada dalam kutub
diri sejati yang terbebas dari segala macam pengaruh materi, status sosial,
dan pengaruh lainnya. Namun seiring dengan perkembangan kehidupannya,
manusia kemudian mengenal materi, status sosial, harga diri yang dapat
mengarahkannya kepada ego pribadi. Ketika manusia memiliki ego pribadi yang
berlebihan, ini merupakan akar masalah yang melahirkan kesombongan,
keserakahan, rakus, iri, dengki, tidak senang melihat kesuksesan orang lain
dan berbagai sifat negatif lainnya.

Mengendalikan ego pribadi berarti berusaha meningkatkan kualitas mental dan
pribadi kita menuju standar lebih tinggi. Mengendalikan ego pribadi dalam
batas yang wajar, dapat memberikan nilai positif kedalam diri setiap
individu, sehingga menghasilkan perilaku yang positif pula. Bagaimana agar
kita dapat mengendalikan ego pribadi dalam diri tidak muncul berlebihan
dalam kehidupan ? Bagaimana mengarahkan kebanggan diri tidak sampai pada
kesombongan yang menjadi sifat negatif yang merugikan ?.

Beberapa sikap dibawah ini dapat menjadi pertimbangan bagi setiap orang
untuk dapat mengendalikan ego pribadinya agar tidak muncul secara
berlebihan:

* Mengubah pusat orientasi hidup dengan banyak memikirkan orang lain
* Mengembangkan sikap ikhlas menolong orang lain
* Memiliki kesediaan hati untuk membantu orang yang kesusahan
* Mengembangkan sikap empati terhadap orang lain
* Bersedia memberikan pelayanan dengan keikhlasan
* Kerendahan hati untuk berbagi dengan sesame
* Banyak menanamkan kebaikan dalam hidup

Mungkin terasa sulit pada awalnya untuk membiasakan diri melakukan hal-hal
positif tersebut diatas, karena besarnya daya tarik gravitasi ego pribadi
dalam diri setiap manusia. Tidak mudah memang melakukannya, karena besarnya
gaya tarik internal dari nafsu dalam diri kita. Disini diperlukan kesadaran
hati dan jiwa manusia untuk dapat kembali menempatkan posisi dirinya pada
kutub diri sejati atau kembali dalam kemurnian suara hati.

Diperlukan kesadaran manusia untuk memahami dimana posisi dirinya dalam
kehidupan ini. Memahami bahwa dirinya adalah sebagai "abdi" atau sebagai "
hamba" dari Allah Tuhan Yang Maha Memiliki Kehidupan. Kesadaran seperti ini
akan menjadikan kita lebih mudah membebaskan diri dari kekuatan pengaruh
materi dan berbagai simbul-simbul duniawi lainnya, membebaskan dari pengaruh
nafsu keinginan berlebihan dalam diri kita. Hal inilah yang dapat mendorong
manusia mengendalikan ego pribadinya. Karena kita akan menyadari bahwa
sesungguhnya kita hanyalah kecil dihadapan Allah. Kita akan menyadari bahwa
hidup ini adalah milik Allah. Menyadari bahwa semua yang melekat dalam diri
kita, berbagai gelar, pangkat, jabatan, harta kekayaan, sifatnya sementara
dan akan menjadi milik Allah. Menyadari bahwa tuyjuan tertinggi kehidupan
adalah kembali kepada Allah SWT.


"The Art of Life Revolution", diterbitkan Elex Media Komputindo.







1 komentar:

dimohon isi komentar anda, Syukur ada yang mau ngasih kritik yang membangun, untuk membangun silaturahmi