Hari ini pengin cuap-cuap soal ASN karena kebetulan pake seragam KORPRI. Ya ASN atau Aparatur Sipil Negara yang digadang harus menjadi Abdi Negara dan juga Abdi Masyarakat, sebuah kewajiban dan tanggung jawab yang besar tentunya kalau benar-benar faham dengan tugas dan fungsi ASN.
Saya sendiri seorang ASN dan saya tahu tugas dan tanggungjawab saya, tapi pada prakteknya kebanyakan ASN ini beralih fungsi manjadi Abdi Kepala Dinas dengan kadang lebih mengesampingkan tugas dan tanggungjawab sebagai Abdi Masyarakat ini terutama pada ASN yang ditempatkan di lingkungan Dinas atau Badan. Tugas dan tanggungjawab yang diemban ASN tentunya dapat terlaksana manakala level manajerial seperti kepala-kepala juga faham dengan tugas dan tanggungjawab yang diemban oleh bagian atau institusi yang dipimpinnya, namun apa jadinya kalau mereka ga faham.
Level manajerial bahkan mungkin bisa menganggap bahwa di Instansi yang mereka pimpin sebagai lahan bisnis yang bisa dikelola untuk meraih untung sebesar-besarnya dengan resiko yang minimal sekali, artinya mereka dapat penghasilan ganda dari hasil bisnis dan pendapatan resmi. Bernisnis didalam institusi apakah salah ? Nah kalau menurut saya siy ga bisa langsung dibilang salah atau tidak tapi harus dilihat seperti apa model bisnisnya.
ASN nyambi jualan snack atau minuman di dalam kantor tentu tidak salah tapi bagaimana kalau jualan pada saat jam kerja ? Sudah bukan menjadi rahasia lagi kalau waktu kerja ASN di kantor lebih sering luang makanya bisa digunakan untuk belanja, dagang dan lainnya dan apakah itu salah ASN atau salah mekanisme ?
Berbisnis yang parah dalam ASN itu misalkan berebut proyek dinas, mentang-mentang pejabat punya CV punya badan usaha semua proyek dinas diambil alih sehingga pengusaha tidak kebagian lah kalau ini saya sepakat tidak benar, dan seharusnya tidak seperti itu. Memang untuk kinerja saya pikir ASN jauh dibawah kinerja pegawai swasta, kenapa saya ngomong sperti itu karena saya juga dulu pernah bekerja di perusahaan swasta.
Pernah saya dengar dari salah seorang pejabat lulusan STPDN, kalau mau ASN itu bekerja sesuai dengan fungsi dan tanggungjawabnya ya harus di pangkas 1 generasi sehingga generasi berikutnya tidak terpengaruh dengan generasi awal yang bobrok. Mekanisme dalam tubuh instansi lah yang saya pikir membuat ASN menjadi curang, manipulasi laporan harian, manipulasi jam kerja dan banyak lainnya.
Selasa, 17 Juli 2018
ASN dan Kinerja
Minggu, 15 Juli 2018
No Bar
Fenomena piala dunia saat ini mengahadirkan banyak hiburan dadakan, salah satunya adalah NoBar atau Nontong Bareng yang biasanya di adakan di cafe atau rumah makan atau mungkin oleh organisasi kemasyarakatan. Nobar tentunya tidak hanya bertujuan memberikan tontonan kepada komunitas dari penyelenggara tapi tujuan utama NoBar pastinya promo, entah itu promo produk atau menu atau promo tempat dan bisa juga promo diri.
Seandainya kegiatan NoBar diselenggarakan untuk masyarkat umum tentunya baik sehingga masyarakat bisa nonton bareng semua, tapi kalau NoBar hanya untuk kalangan tertentu bagaimana.
Nobar untuk kalangan tertentu seandainya itu diselenggarakan oleh organisasi atau pihak swasta tentu sah-sah saja sebagai media promosi, tapi bagaimana kalau intitusi penerintah menyelenggarakan NoBar tapi untuk kalangan tertentu saja bahkan mungkin hanya untuk pejabat atau pengusaha yang dekat dengan pejabat saja ?
Untuk melaksanakan NoBar tentu butuh biaya minimal ya listrik dan mungkin quota untuk streaming seandainya pemerintah yang melaksanakan dan tidak untuk masyarakat umum apa itu masuk kedalam anggaran belanja, apa biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan itu sah ?.
Nobar seperti itu tentunya ini bukan sinisme atau apa tapi yang jelas ada maksud lain dari acara itu karena pembiayaan bukan untuk masyarakat tapi tidak lebih dari promosi diri kepada pejabat diatasnya, ben keton apiklah.
Kasihan masyarakat, uang negara dalam APBD digunakan bukan untuk hal penting untuk membangun masyarakat tapi digunakan untuk membangun kedekatan dengan atasan atau pejabat, kebutuhan masyarakat tidak terakomodir tapi keinginan bos pasti terakomodir, mana yang lebih penting kebutuhan masyarkat atau keinginan bos ???
Rabu, 11 Juli 2018
Fenomena PPDB online
Saat ini sedang marak dengan fenomena SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu), ya dengan pemberlakuan PPDB online dengan sistem zonasi menimbulkan permasalahan bagi orang tua dalam mencari sekolah lanjutan bagi anaknya.
Sistem zonasi mengakibatkan hanya calon peserta didik yang berada dalam area zonasi yang dapat mendaftar pada sekolah tersebut sedangkan calon peserta didik baru yang berada diluar zonasi tentunya tidak dapat mendaftarkan anak pada sekolah tersebut meskipun memiliki nilai ujian yang bagus.
Namun ternyata ada cara lain selain ada area zonasi untuk bisa mendaftar pada sekolah tersebut yaitu SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dan akhirnya masyarakat beramai-ramai membuat SKTM walaupun sebenarnya masuk golongan MAMPU, penyalahgunaan SKTM ini akhirnya membuat Gubernur Jateng memerintahkan kepada seluruh Kepala Sekolah di Jawa Tengah untuk memverifikasi SKTM tersebut.
Sebenarnya kalau saya perhatikan pemberlakuan zonasi ini adalah untuk pemerataan siswa sehingga tidak ada lagi sekolah favorit karena pada dasarnya semua sekolah negeri mendapatkan fasilitas yang sama dari pemerintah, hal ini juga sebenarnya adalah pemiju bagi pengajar untuk lebih meningkatkan kualitas mengajarnya.
Sistem zonasi tidak ada lagi siswa-siswa dengan nilai SKHU yang bagus berkumpul dalam satu sekolahan, sedangkan ada sekolahan yang menerima calon peserta didik baru dengan nilai SKHU yang rendah. Dengan sistem ini mau tidak mau untuk mempertahankan reputasi sekolah, pengajar harus lebih bekerja extra agar nilai akhir siswa tetap bagus karena bagi sekolah yang tadinya di stampel sekolah favorit tentu mendapatkan input peserta didik baru yang memiliki SKHU yang bagus pengajar diibaratkan tinggal poles saja berbeda dengan sekolah bukan favorit dimana pengajar harus berjuang agar siswa didiknya mendapatkan SKHU yang bagus.
Kalau menurut saya pemberlakuan zonasi berimbas dengan kewajiban pemerintah mendirikan sekolah negeri lebih merata dan kewajiban bagi pengajar untuk lebih meningkatkan kualitas dalam kegiatan belajar-mengajar, apa lagi pengajar sudah mendapatkan sertifikasi jadi harus mempertanggungjawabkan sertifikasinya dengan kualitas mengajar.
Semoga dengan sistem zonasi maka kualitas pengajar dan peserta didik menjadi merata dan meningkat.
Rabu, 29 Juni 2011
kegagalan, pantaskah disesali
Sebenarnya bukan penyesalan yg harusnya kita lakukan, tapi hal lanjut untuk menangani kesalahan yang terjadi. Mungkin orang bisa bangga menjadi seorang yang visioner tapi akan lebih hebat seorang yang mampu menangani kesalahan ataupun kegagalan error handler.
Rabu, 01 Juni 2011
Sekedar cerita
Rakyat ya hanya bisa nonton anjing berebut tulang dan daging sambil makan nasi pake garam, hebat ya mereka mampu makan daging sambil duduk diatas tubuh rakyat yang tertidur sambil megangin perut yang buncit karena gizi buruk.
Selasa, 31 Mei 2011
3 Titik Api Pertumbuhan Wisata Banyumas
Untuk kepentingan tersebut, strategi pembangunan pariwisata di Kabupaten Banyumas secara Makro lebih mendekatkan pada cita-cita untuk menciptakan kemakmuran penduduk diseluruh wilayah dengan menggunakan pendekatan Sub Wilayah Pertumbuhan Pariwisata (SWPP) dalam 3 wilayah SWPP sebagai pemicu munculnya “api” kemakmuran yang mampu “membakar” kemakmuran secara merata diseantero Banyumas.
Ketiga SWPP dimaksud terletak pada titik-titik pusat pertumbuhan pada daerah-daerah yang memiliki potensi sebaran ekonomi dan pengaruh pertumbuhan ekonomi paling strategis untuk mewujudkan kemakmuran diwilayah sekelilingnya. Titik tersebut adalah Baturraden, Wangon dan Banyumas atau biasa diseut dengan akronim “BANGOMAS”. Apabila ditarik garis maka akan membentuk bangun segitiga. Dengan segitiga pertumbuhan tersebut diharapkan bahwa wilayah – wilayah yang berdekatan atau dilaluinya mendapatkan dampak sebaran pertumbuhan ekonomi, sebagai akibat terjadinya pergerakan arus wisatawan
Desa Ketenger (Titik Api Pertama Wisata Banyumas)
Desa wisata ketenger memilki 9 air terjun atau bahasa Banyumas “curug” yang memiliki keindahan dan tantangan bagi wisatawan, tersebar didaerah yang berbukit-bukit dan memiliki berbagai fasilitas. Desa Ketenger terletak kurang lebih 12 km keutara dari Ibukota Kabupaten Banyumas yaitu Purwokerto, kesembilan air terjun tersebut adalah : Curug Gumeng, Curug Petir, Curug Kembar/Telaga Hijau, Curug Walet, Curug Tempuhan, Curug Cililing/Curug Bolong, Curug Gede, Curug Kembar dan Curug Kebayan. Untuk menuju ke air terjun-air terjun tersebut bias melalui 3 jalur yaitu jalur timur, jalur tengah, dan jalur barat.
Curug Petir
Ada cerita menarik dari curug petir konon kabarnya tempat ini banyak dikunjungi oleh masyarakat tetapi bukan untuk berwisata melainkan untuk mengadakan ritual dengan kepercayaan apabila permintaannya dikabulkan maka akan dipinjami sebuah gong Suwug, bagi yang mendapat pinjaman Gong ini maka nantinya akan sukses dalam menggelar hajat besarnya karena akan mendapat sumbangan yang banyak.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat Gong tersebut adalah milik salah seorang prajurit Pangeran Diponegoro yang tinggal didaerah ketenger yaitu eyang Suradipa, setelah beliau meninggal sukmanya menitis kepada eyang Kerta Semita, setelah eyang Kerta Semita meninggal sukma eyang Suradipa kembali mencari tubuh yang layak untuk dititisinya namun sampai sekarang belum ditemukan.
Nama Curug Petir diberikan karena daerah tersebut sering dilewati oleh petir ketika hujan lebat. Bagi wisatawan yang akan menjelajah 9 air terjun maka curug petir adalah yang akan pertama kali dilewati.
CURUG KEMBAR
Setelah anda berjalan kurang lebih 500 meter dari curug petir maka anda akan sampai disebuah curug yang masih diikat oleh sungai Gumawang namanya curug Kembar atau telaga Hijau. Jalan menuju curug Kembar masih tetap jalan setapak dan berkelok-kelok, disebelah kiri atau kanan hanya ada igir menghijau yang menjadi pagar alam nan abadi.
Tempat ini mepunyai 2 (dua) nama yang sifatnya temporer. Kadang bernama curug Kembar dan kadang bernama telaga Hijau. Pada saat musim penghujan tiba, curug ini akan mengalirkan air yang terbelah menjadi 2 (dua) bagian yang sama besar yang oleh masyarakat sekitar dinamakan curug Kembar, namun pada saat musim kemarau tiba curug itu menghilang dan berubah menjadi sebuah telaga yang berwarna kehijauan sehingga dinamakan telaga Hijau.
CURUG WALET
Sebelum orang tahu bahwa sarang burung walet memiliki harga yang mahal, disekitar curug ini banyak dihuni oleh kumpulan burung walet, oleh karena itu oleh masyarakat setempat tempat ini disebut sebagai curug Walet.
Untuk saat ini disekitar curug ini hanya tertinggal 2 buah goa yang berada disisi kiri curug tanpa burung wallet seekorpun. Untuk sampai ditempat ini jalan yang dilalui cukup berkelok dengan jarak kurang lebih 500 meter dari curug Kembar atau telaga Hijau.
CURUG TEMPUHAN
Mungkin perjalanan kecurug Tempuhan adalah perjalanan yang paling mengasyikan, selain akan melewati wadas kelir kita juga dapat beristirahat disebuah batu besar yang disebut batu duduk.
Wadas kelir merupakan hamparan tebing batu dengan panjang kurang lebih 500 meter dan menyerupai sebuah layar yang sangat lebar. Setelah melewati wadas kelir kita sampai disebuah tanah lapang yang banyak terdapat batu-batu yang sangat besar, diantara batu-batu tersebut terdapat sebuah batu besar yang bagian atasnya datar dan sering digunakan untuk duduk-duduk sehingga disebut batu duduk.
Apabila mujur kita dapat menyaksikan monyet-monyet yang bergelantungan dipohon bambu, mereka terdiri dari 3 (tiga) kelompok yang berbeda, mereka memiliki cirri fisik yang berbeda antar kelompok. Mereka adalah monyet tempuhan dengan ukuran tubuh paling kecil kemudian ada monyet gunung bunder dengan ukuran tubuh sedang lalu kelompok monyet ketiga adalah monyet cregeng yang memiliki ukuran tubuh paling besar. Karena mereka berbeda kelompok merekapun sering berperang antar kelompok.
Jarak antara curug walet dengan curug tempuhan lumayan jauh sekitar 1(satu) km, curug ini memiliki ketinggian kurang lebih 80m. Dinamakan curug tempuhan yang artinya pertemuan karena curug ini merupakan pertemuan antara 2(dua) sungai yaitu sungai Gumawang dan sungai Banjaran.
CURUG CILILING / CURUG BOLONG
Setelah kita selesai menikmati alam di curug tempuhan perjalanan kita lanjutkan ke curug cililing dan curug bolong yang berjarak kurang lebih 1 km dari curug tempuhan. Perjalanan kita akan menyusuri sungai Banjaran dan sungai Ketenger.
Curug Bolong letaknya agak tersembunyi dan tertutup oleh semak belukar sehingga tidak dapat dilihat dari kejauhan berbeda dengan curug Cililing, meskipun letaknya berada di curug Bolong namun curug Cililing dapat dilihat dari kejauhan.
CURUG GEDE
Jarak dari curug Cililing ke curug Gede hanya sekitar 500m tapi mau tidak mau harus menyeberangi sungai Banjaran. Sebelum tahun 1938 curug ini memiliki debit air yang besar dan pemandangannya sangat indah disana sini masih terdapat bekas jalan yang terbuat dari semen dan gardu – gardu panadang, hal ini menunjukan kalau sejak dahulu tempat ini menjadi tempat yang diminanti untuk berwisata yang konon dari Belanda.
Sejak tahun 1938 curug ini airnya disewa oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air, mulai sejak itu debit air dicurug gede mulai mengecil. Hingga sekarang PLTA tersebut masih terus beroperasi dan dikenal dengan PLTA ketenger.
CURUG KEMBAR
Nama curug ini sama dengan nama curug yang berada diantara curug petir dan curug wallet hal ini karena curug ini memang terbelah menjadi dua namun saat ini hanya satu curug yang mengalir.
Jarak antara curg Gede dengan curug Kembar hanya 500 m saja, namun bila mampu berjalan menyusuri sungai banjararan maka jaraknya hanya 200 m
CURUG KEBAYAN
Dijaman penjajahan belanda Kebayan adalah jabatan bagi mandor perkerja paksa, di perusahaan Belanda yang namanya ANIM (PLTA) para pekerja yang malas dihukum dengan cara mencelupkan kepalanya kedalam sungai yang berasal dari sebuah curug didekatnya dan oleh karena itu nama curug tersebut disebut curug Kebayan.
Jarak dari curug kembar hanya sekitar 300 m dan masih diikat oleh sungai Banjaran. Ada hal menarik di tempat ini, setiap musim baptis (Paskah dan Natal) sering diselenggarakan upacara pemnadian dengan cara mencelupkan kepalanya di curug Kebayan.
CURUG GUMENG
Jarak curug Gumeng dengan curug Kebayan sekitar 1 Km, curug ini diikat oleh sungai Gumawang. Dalam perjalanan ke curug Gumeng akan ditemui makam sesepuh desa ketenger yang masih ramai dikunjungi orang, yaitu makam bBau Kertadipa, Eyang Suradipa dan Eyang Semita.
Curug Gumeng adalah curug terakhir dalam perjalanan 9 curug.
Minggu, 09 Agustus 2009
Geser Dong
saja menempati rumah baru. Pagi itu sang bapak menikmati terbitnya
matahari pagi. Ternyata ada pohon yang cukup besar menghalangi
pandangannya. Sang bapak memanggil anaknya dan mengatakan, 'nak tolong
tebang saja pohon ini sebab menghalangiku menikmati indah sinar
matahari pagi.'
'Bapak, kenapa harus dipotong? Bukankah bapak cukup menggeser tempat duduk saja,' kata anaknya.
Sang bapak menggeser tempat duduknya dan terlihat matahari pagi, 'Oh ya..kamu benar nak,' jawabnya.
Begitulah kita seringkali beranggapan masalahnya ada diluar tanpa
berani mengatakan sebenarnya masalahnya ada di dalam diri kita sendiri
yaitu cara berpikir kita. Cara kita memandang masalah sebenarnya sumber
dari masalah. Menggeser sedikit cara pandang kita berarti menyelesaikan
masalah.Ä€ Seperti cerita diatas, sang bapak tidak perlu menebang pohon,
akan butuh berapa banyak biaya yang dikeluarkan sementara hanya dengan
menggeser tempat duduk masalahnya menjadi selesai.
Itulah sebabnya cara pandang seseorang merupakan cerminan dari
kehidupan yang dijalaninya. cara pandang yang sehat, maka akan membuat
perkataan kita menjadi sehat. Melalui perkataan yang sehat dan baik,
maka akan timbul tindakan yang baik danĀ sehat. Melalui tindakan yang
baik akan tercipta kebiasaan yang baik dan sehat. Dan melalui kebiasaan
yang baikĀ inilah akan menentukan hidup sehat dalam diri kita.
Jadi menjaga pikiran agar senantiasa berprasangka baik kepada orang
lain, bersyukur pada malam hari ketika menjelang tidur, tidak lupa pula
mendoakan untuk semua orang maka kebahagiaan akan melimpah di dalam
hati kita dan membuat tubuh kita menjadi bugar dan sehat dipagi hari.
Jumat, 05 Desember 2008
Firefox Menjadi Sasaran Pencuri
Hanya pengguna Firefox yang harus berhati-hati kartena malware tersebut memang hanya mengejar target para pengguna Firefox. Menurut Viorel Canja, kepala lab BitDefender, malware tersebut bersembunyi di dalam folder add on yang sering diaktifkan untuk memperkaya aplikasi tambahan browser berbasis open source itu.
Pada komputer yang terinfeksi, program jahat itu akan langsung bekerja begitu Firefox dijalankan. Malware tersebut menggunakan Java Script untuk mengenali sekitar 100 situs yang biasa menyediakan transfer atau transaksi online seperti Paypal, Barclays, Wachovia, atau Bank of America. Ia akan mengumpulkan data password yang diketikkan korbannya dan mengirimkannya ke server yang berpusat di Russia.
"BitDefender sudah mengupdate produknya untuk mendeteksinya dan vendor lainnya tentu akan mengikutinya dalam waktu dekat," ujar Canja. Cara terbaik menghindari infeksi trojan tersebut adalah hanya mengunduh software dari sumber terpercaya dan tidak asal transfer file ke komputer lewat flash disk atau media sejenis.
Meski demikian, pengguna Firefox tak perlu khawatir melakukan update rutin maupun mengambil add on dari situs Firefox karena sejauh ini aman. Mozilla telah memastikan untuk mengetatkan add on yang disimpan di situs resminya bebas dari kode jahat.
Pada Mei lalu Mozilla juga menemukan kode jahat yang disusupkan dalam paket penerjemah ke Bahasa Vietnam. Program tersebut menginfeksi komputer sehingga pengguna Firefox dipaksa melihat iklan yang tidak diinginkan.
Rasa Sayang-Sayange Bukan Lagu Malaysia
DEPOK, JUMAT — Mantan Deputi Perdana Menteri Anwar Ibrahim secara jenaka mengakui, lagu "Rasa Sayang-Sayange" bukan lagu rakyat asli Malaysia.
"Awalnya waktu kecil saya kira itu lagu kami. Tapi, setelah saya agak matang sedikit, saya baru sadar," ujar Anwar Ibrahim ketika ditanya mengenai hal tersebut di sela-sela kuliah umumnya yang berjudul "Can Asia Survive from Global Economic Crisis: A Challenge Towards Asia Renaissance" di Auditorium Pusat Studi Jepang, Kampus UI, Depok, Jumat (5/12).
Hal ini disambut gelak tawa oleh peserta acara. Menurut Ketua Partai Oposisi Malaysia tersebut, klaim sejumlah lagu rakyat Indonesia oleh Malaysia merupakan bentuk arogansi Pemerintah Malaysia. "Janganlah sampai nationalistic gila seperti itu. Keangkuhan ini harus dihentikan." katanya.
Anwar mengakui, lagu-lagu rakyat Indonesia, seperti "Bengawan Solo", memang sudah populer di Negeri Jiran sejak dia masih kecil. "Bahkan, lagu "Kali Ciliwung" sudah sering dinyanyikan oleh ibu saya ketika saya masih kecil," ujarnya. Sebelumnya, klaim lagu rakyat ini oleh Malaysia sempat memperenggang hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia
Selasa, 02 Desember 2008
Bos Buruk bikin Karyawan sakit

KEPEMIMPINAN seorang manajer atau bos di sebuah perusahaan ternyata dapat memberikan efek signifikan bagi kesehatan karyawan.
Buruknya skill leadership seorang bos ditambah penilaian buruk dari karyawan terhadap kinerja pimpinannya akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, demikian laporan hasil riset terbaru para ahli di Karolinska Institute di Stockholm, Swedia.
Dalam risetnya, peneliti memantau sekitar 3.000 pekerja pria berusia rata-rata 42 dan telah bekerja selama 10 tahun. Hasil studi menemukan adanya hubungan yang kuat antara kualitas kepemimpinan dengan kesehatan para karyawan.
Peneliti menyimpulkan, para karyawan yang terjebak pada situasi tidak kondusif di kantor cenderung rentan mengidap penyakit jantung ketimbang mereka yang bekerja dengan bos yang supportif.
Selain itu, kaitan antara kepemimpinan dengan kesehatan karyawan juga tak dipengaruhi faktor lain seperti kelas sosial, tingkat pendapatan, kebiasaan merokok atau minum alkohol. Masalah-masalah yang timbul pun dapat bersifat kumulatif, artinya semakin lama seseorang bekerja dengan pimpinan yang buruk, semakin buruk pula kualitas kesehatan yang dimiliki.
Para ahli yang mempublikasikan riset ini dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine - menganjurkan setiap perusahaan untuk membenahi dan memperbaiki kemampuan manajerialnya guna memelihara kualitas kesehatan karyawannya.
AC
Sumber : SkyNews.com
Jumat, 21 November 2008
Dunia terus berputar
banyak atasan yang menyadari kenyataan ini, sekaligus bersedia menerima konsekuensi yang ditimbulkannya. Dan, lebih sedikit lagi
atasan yang bahkan dengan 'sengaja' melakukan 'sesuatu' untuk membantu bawahannya menapak lebih tinggi dari dirinya sendiri.
Meskipun pada kenyataannya, ada banyak bukti bahwa para bawahan cemerlang melejit karirnya hingga menjadi atasan bagi para mantan
atasannya. Apakah anda menemukan fenomena serupa ini dilingkungan kerja anda?
"Gue resign aja deh...." begitu kata seorang teman. Dia lebih suka pindah ke perusahaan lain daripada harus menjadi bawahan bagi orang
yang pernah menjadi bawahannya. Secara mental, dia tidak siap menghadapi situasi terbalik seperti itu. Sulit menerimanya karena ada
ganjalan psikologis didalam dirinya. Dia dikuasai rasa gengsi. Merasa diri lebih senior. Lebih superior. Dan rupanya, tidak sedikit orang
yang bersikap seperti itu.
Banyak orang yang mengatakan bahwa; promosi tidak dilakukan secara transparan. Sarat dengan kolusi. Dilatarbelakangi diskrimanasi. Dan
penuh dengan perbenturan berbagai kepentingan. Akibatnya, orang mendapatkan posisi lebih tinggi tanpa didukung oleh kemampuan yang
memadai. Sehingga;"berseliweranlah para `anak kemarin sore' dijajaran manajer senior perusahaan". Mungkin betul begitu. Mungkin juga
sekedar alasan belaka. Tapi, konteks diskusi kita saat ini tidak sedang membahas aspek itu. Jadi, mari kita fokuskan pembahasan kita
kepada kenyataan bahwa :"Boleh jadi, bawahan kita akan menjadi atasan kita pada suatu saat kelak...." Let's accept the fact, and let's
deal with it.
Bagi kita, hal ini memiliki dua implikasi. Pertama; seandainya kita adalah sang atasan itu. Bagaimana kita menghadapi kemungkinan seperti
itu? Kemungkinan ketika bawahan kita menjadi atasan bagi kita. Mustahil? Tidak.
Maka, penting bagi kita untuk memiliki paradigma positif. Jika ada bawahan yang memiliki kualitas dan kinerja yang lebih baik dari kita;
bukankah itu baik bagi kita maupun organisasi itu sendiri? Memang, idealnya kita naik posisi terus menerus, sehingga setinggi apapun
bawahan kita naik; kita masih berada diatasnya. Namun, bukankah didunia nyata tidak selalu terjadi hal sedemikian?
Mari cermati kalimat ini;"Guru yang baik bukanlah mereka yang mau mengajarkan semua hal yang diketahuinya. Melainkan, mereka yang
bersedia membantu muridnya membuka tabir-tabir pengetahuan yang belum pernah terpecahkan." Apa yang kita ketahui sangatlah terbatas.
Sehingga, mengajarkan semua yang kita tahu tidak akan bisa menjadikan generasi masa depan lebih baik dari kita. Jika hal ini berlaku dalam
hubungan antara guru dan murid, dapatkah juga terjadi dalam hubungan antara atasan dan bawahan?
Seorang guru sejati akan bahagia ketika mendapati muridnya lebih hebat dari dirinya sendiri. Demikian pula seorang atasan yang hebat.
Dia bahkan membuka jalan, supaya bawahannya bisa menapak lebih tinggi. Tanpa ada rasa iri. Tiada pula kecemburuan. Yang ada,
hanyalah kebanggaan didalam dirinya. Meskipun – biasanya - seseorang yang telah menapak tinggi lupa bahwa; ada peran atasannya dalam
pencapaian yang diraihnya. Jadi, tidak mengherankan jika mereka kerap berkata;"I did it myself." Tapi, seorang atasan sejati; tidak
terlampau merisaukannya.
Implikasi kedua; seandainya kita sang bawahan itu. Bukti bahwa seorang bawahan bisa menapak jenjang karir yang lebih tinggi dari
atasan, cukup untuk meyakinkan diri kita bahwa masa depan kita bisa jauh lebih baik dari yang dapat kita bayangkan.
Sering kita dengar orang yang mengeluh bahwa karirnya tidak berkembang karena atasannya tidak cukup memberi bimbingan. Bisa iya.
Bisa juga tidak. Lagipula, kita tahu bahwa tuntutan perusahaan semakin banyak, sementara jumlah karyawan bahkan semakin berkurang.
Sehingga para pemegang posisi kunci semakin terbatas waktunya untuk menyuapi kita. Atau mengajarkan kepada kita tentang ini dan itu.
Mengharapkan mereka selalu ada disamping kita membuktikan bahwa memang kita bukan orang yang bisa diandalkan. Lagipula, mengapa
atasan kita harus memberi penilaian istimewa kepada orang-orang yang bisanya hanya bergelantung diketiak mereka?
Disisi lain, kita juga sering terjebak pada anggapan bahwa; 'kemampuan teknis adalah segala-galanya'. Padahal, kemampuan
teknis hanyalah satu dari sekian banyak faktor penting. Jadi, orang-orang yang hanya hebat secara teknis, hanya layak untuk menjadi
pelaksana. Bukan pemimpin. Itulah sebabnya, mengapa orang-orang yang hebat secara teknis; sering tersingkir. Repotnya, mereka merespon
situasi ini dengan menyimpulkan bahwa manajemen telah pilih kasih. Mereka merasa; proses assesment tidak fair.
Kita, harus keluar dari pola pikir semacam itu. Sebab, jika terjebak didalamnya; kita tidak akan pernah mengetahui apa yang harus
diperbaiki. Kita mengira bahwa semua kualifikasi itu sudah kita miliki. Padahal, ada orang lain yang lebih baik dari kita. Seperti
halnya anda yang tidak ingin dipimpin oleh orang yang sekedar jago dalam hal-hal teknis; maka tentu orang lainpun tidak ingin anda yang
hanya menguasai aspek teknis itu tampil menjadi pemimpin. Sebaliknya, ketika kemampuan teknis anda dipadukan dengan sikap positif,
kemampuan membangun hubungan yang produktif baik dengan atasan, bawahan maupun rekan sekerja, serta loyalitas yang tinggi; maka
mungkin, memang anda layak mendapatkan kesempatan untuk dipersaingkan dengan orang-orang hebat lainnya.
Jumat, 14 November 2008
Mana yang sukses
saat ini,masih banyak orang tua dan masyarakat yang beranggapan bahwa anak yang hebat adalah anak yang nilai matematika dan science-nya menonjol.
Paradigma berpikir orang tua/masyarakat ini sangat mempengaruhi konsep anak tentang kesuksesan. Bulan Juni 2003 yang lalu, lembaga tempat saya bekerja mengadakan seminar anak-anak.
Di depan 800-an anak, Kak Seto Mulyadi (Si Komo) menunjukkan 5 Rudy.
- Yang Ke-1 : Rudy Habibie (BJ Habibie) yang genius, pintar bikin pesawat dan bisa menjadi presiden.
- Yang Ke-2 : Rudy Hartono yang pernah beberapa menjadi juara bulu tangkis kelas dunia.
- Yang Ke-3 : Rudy Salam yang suka main sinetron di TV
- Yang Ke-4 : Rudy Hadisuwarno yang ahli di bid. kecantikan dan punya byk salon kecantikan di bbrp kota.
- Yang Ke-5 : Rudy Choirudin yang jago masak dan sering tampil memandu acara memasak di TV.
Sewaktu Kak Seto bertanya,
"Rudy yang mana yang paling sukses menurut kalian?"
Hampir semua anak menjawab "Rudy Habibie"
Sewaktu ditanyakan "Mengapa, kalian bilang bahwa yang paling sukses Rudy Habibie?"
Anak-anakpun menjawab "Karena bisa membuat pesawat terbang, bisa menjadi presiden, dsb"
Sewaktu Kak Seto menanyakan "Rudy yang mana yang paling tidak sukses?"
Hampir seluruh anak menjawab "Rudy Choirudin"
Ketika ditanyakan "Mengapa kalian mengatakan bahwa Rudy Choirudin bukan orang yang sukses?"
Anak-anakpun menjawab "Karena Rudy Choirudin hanya bisa memasak"
Memang begitulah pola pikir dan pola asuh dalam keluarga dan masyarakat Indonesia pada umumnya yang masih menilai kesuksesan orang dari karya-karya besar yang dihasilkannya. Masyarakat kita banyak yang belum bisa melihat kesuksesan adalah pengembangan talenta secara optimal sehingga bisa dimanfaatkan dalam kehidupan yang dijalaninya dengan "enjoy".
Banyak masyarakat kita yang beranggapan bahwa IQ adalah segala-galanya. Padahal kenyataannya EQ, SQ dan faktor2 lain juga sangat menentukan. Dalam seminar tsb Kak Seto hanya ingin merubah paragidma berpikir anak-anak (dan juga orang tua/keluarga). Anak-anak dan orang tua harus menyadari dan mensyukuri setiap talenta yang diberikan oleh Tuhan.
Bila talenta tersebut dikembangkan dengan baik, maka kita bisa mencapai kesuksesan di "bidangnya". Jadi untuk anak-anak yang tidak pintar matematika, anak2 tidak perlu minder dan orang tua tidak perlu malu atau menekan anak. Anak-anak yang lebih menyukai pelajaran menggambar daripada pelajaran2 lain, bukanlah anak-anak yang bodoh karena justru anak2 yang punya imajinasi tinggilah yang pintar menggambar/ melukis.
Anak-anak yang suka ngobrol, kalau kita arahkan bisa saja kelak menjadi politisi atau negotiator yang baik.
Anak-anak yang banyak bicara, kalau diarahkan untuk menuliskan apa yang ingin dibicarakan bisa2 menjadi penulis yang hebat. *** Mbak Dwi Setyani juga mengingatkan kita untuk lebih memfokuskan pada kekuatan kita dari pada "wasting time" bersungut-sungut, hanya memikirkan kelemahan kita.
Saya pernah membaca pengalaman hidup seorang penyanyi di Amerika. Penyanyi tsb dulunya tidak PD karena wajahnya tidak terlalu cantik dan giginya tonggos. Saat menyanyi di pub, dia repot mengatur bibirnya
supaya giginya yang tonggos tidak dilihat orang. Hasilnya: ia hanya bisa menghasilkan suara yang pas-pasan. Ketika temannya meyakinkan bahwa giginya yang tonggos itu bukanlah masalah, maka iapun bisa menyanyi dengan bebas dan meng-eksplore suara emasnya. Ternyata orang-orang mengingat penyanyi itu karena kualitas suaranya, bukan parasnya yang jelek dengan gigi tonggosnya.
*** Kitapun meyakini bahwa Tuhan menciptakan setiap kita (manusia)dengan maksud yang terbaik demi kemuliaan-Nya. Kalau saja kita meyakini hal tersebut, maka semua orang akan mensyukuri keadaan dan memanfaatkan talenta yang Tuhan berikan untuk kemuliaan-Nya.
Jujur itu Abadi
perusahaan. Dialah yang menjadi pengatur keluar masuknya barang yang menjadi komoditas perusahaannya. Hamdan berkali-kali mengatakan dirinya hanya berusaha keras menjalankan pekerjaan dengan baik.
Sehari-hari dia mencatat dengan penuh ketelitian, agar jangan sampai satu barang pun lenyap ataupun nyelonong ke tempat lain. Ketelitian menjadi panglima. Kejujuran menjadi napas dalam hidupnya.
Berkali-kali dia berperang dengan sikapnya itu. Tatkala keluarganya membutuhkan uang berlebih untuk sebuah keperluan, dia hanya mengandalkan tabungannya yang tak seberapa. Begitu selalu. Hamdan
pun dicap sebagai orang aneh.
Hingga pada suatu saat ketika Hamdan telah pensiun, mantan koleganya menghubunginya meminta bertemu. Ternyata koleganya memintanya mengelola pendistribusian barang-barang di perusahaannya. Tentu
dengan gaji dan fasilitas yang menggiurkan, yang tidak didapatkan oleh Hamdan di perusahaan sebelumnya. Sang kolega pun berbaik hati dengan menawarkan kerjasama kepada Hamdan bila berminat, untuk
menaruh saham di perusahaan tersebut. Hamdan tak membuang kesempatan emas ini. Jadi Hamdan tidak hanya mengelola, tapi juga diberi kesempatan memiliki perusahaan yang ditanganinya sekarang.
Rupanya, inilah buah kejujuran yang dimiliki Hamdan. Sang kolega mempercayai penuh kejujuran yang dimiliki Hamdan, ditambah dengan kecakapannya mengelola pendistribusian barang.
Kejujuran, dan juga kisah Hamdan sendiri, memang menjadi sesuatu yang aneh dan langka. Tak usah mencari jauh-jauh contohnya. Bacalah koran, tonton tivi, atau dengarlah radio. Setiap hari kita jumpai
kasus korupsi, perampokan, penipuan, pencurian, tindak kekerasan, perselingkuhan, atau kasus kriminal lainnya. Kesemuanya bermuara pada satu hal, bahwa komitmen mengenai kejujuran tidak terpenuhi.
Jujur tak hanya diartikan secara harfiah sebagai 'berkata benar, mengakui atau memberikan suatu informasi yang sesuai dengan kenyataan dan kebenaran'. Tapi juga dalam pengertian yang lebih
luas, tidak berbohong, tidak menipu, tidak mencuri, tidak korupsi, tidak berbuat tindak kekerasan, tidak melakukan selingkuh, dan sejumlah `tidak' lainnya, merupakan bentuk lain dari sebuah
kejujuran.
Oleh karena itu kejujuran membutuhkan komitmen untuk pemenuhan kejujurannya. Dalam jenis pekerjaan apapun, nilai sebuah kejujuran tak bisa ditawar-tawar lagi. Anda harus memegang teguh pada komitmen
dimanapun Anda berada dan bekerja. Tidak boleh berbohong. Tidak boleh menipu. Tidak boleh merekayasa. Bagaimana Anda mau dikatakan jujur, jika hendak menjadi caleg saja harus menyogok. Bagaimana Anda
mau dikatakan jujur, jika Anda membohongi publik dengan aksi menggoreng saham, yang nilai sahamnya memang tidak sebanding dengan nilai buku perusahaan.
Lantas, bagaimana agar nilai-nilai kejujuran dapat terus berkembang? Kejujuran sesungguhnya dapat ditularkan. Sama seperti virus, ia dapat menyebar dengan cepat. Suri tauladan yang baik selalu berawal
dari atas. Dalam psikologi, dikenal prinsip modelling. Artinya murid akan dengan mudah meniru perilaku tertentu melalui proses peniruan terhadap model. Siapa saja dapat bertindak sebagai model. Pemimpin,
orangtua, guru, orang-orang yang mempunyai banyak penggagum, ataupun orang-orang yang mempunyai pengikut. Jadi, bila pemimpinnya tidak jujur, sulit mengharapkan rakyatnya juga berlaku jujur. Jika seorang
pejabat korupsi, jangan salahkan kalau bawahannya ikut-ikutan korupsi. Dan, jangan juga salahkan sang anak yang malas belajar karena asik menonton televisi, sementara sang anak melihat ibunya
asik menonton sinetron.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa kejujuran sulit diterapkan dalam dunia bisnis dan politik. Pertimbangan moral dikesampingkan dan lebih mengedepankan nafsu untuk mencari untung atau kekuasaan
semata. Benarkah demikian? Sebaliknya. Padahal, kejujuran akan membawa pada kelanggengan. Kepercayaan, lebih-lebih dalam dunia bisnis, membutuhkan prasyarat bernama karakter. Karakter dibangun
dari dua hal utama; kejujuran dan tanggung jawab. Kejujuran berbicara tentang moralitas dan etika. Sedangkan tanggung jawab berhubungan dengan kompetensi. Di negeri ini, banyak pebisnis yang
sukses dan politisi yang dikenang hingga kini karena kejujuran yang dianutnya selama ini. Nilai-nilai yang mereka anut untuk: tidak ngembat sana-sini, tidak ngemplang, tidak sikut kanan-kiri, tidak
merekayasa nilai proyek, tidak mengulur-ulur penjualan saham, atau tidak ngadalin mitra kerjanya.
Oleh karena itu kejujuran membutuhkan pengorbanan untuk menunda kesenangan. Meniti dan mencapai hasil sesuai dengan usaha tanpa harus memark-up atau menipu. Apa enaknya, bila kesuksesan diraih
dengan begitu cepat, tetapi dengan mengorbankan nilai-nilai kejujuran. Hidup tak tentram, tidurpun tak nyenyak.
Kejujuran memerlukan kesadaran untuk paham akan batas kelemahan diri sendiri dan tidak sungkan untuk mengaku salah. Dan juga sebaliknya, bersedia memaafkan kelemahan orang lain. Kejujuran juga berarti
sadar bila tidak mampu dalam mengerjakan sesuatu. Jika kemampuan Anda mengangkat beban hanya lima kilo, jangan memaksakan Anda mengangkat hingga mencapai sepuluh kilo. Jika harga saham
sesungguhnya hanya seribu perak, jangan dipaksakan dijual lima ribu perak.
Kejujuran merupakan salah satu kunci untuk mengatasi masalah hidup berbangsa dan bermasyarakat di negeri ini. Seperti pepatah lama Belanda yang mengatakan, eerlijk duurt 't langst, jujur itu langgeng
Senin, 10 November 2008
Kita loh, bukan Nasib
Dia bingung terus aku jelasin lagi, "kamu bagus punya prinsip dalam hidup ini karena prinsip itu no.1 bukan 234 (loh kok jadi kretek ya), tapi masalahnya prinsip yang kamu pegang selema ini adalah prinsip yang membuat susah diri kamu sendiri, dan kontrol terhadap perasaan kamu yang terlalu case sensitife, kamu kerja tapi begitu ada orang yang ngga suka dengan kamu ditempat kerja kamu langsung mundur terus resign, memang prinsip yang bagus ingin kerja dengan tenang, tapi perlu kamu ingat dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, yang penting kamu sesuai aturan yang berlaku aja jangan pedulikan dengan omongan orang mengenai hal - hal yang ga perlu, dimana pun kamu kerja pasti ada yang suka ada yang ga suka, tapi tiap - tiap kamu kerja dan ada yang ngga suka kamu langsung resign, cowok macam apa kamu ini."
Mungkin dia ga nyangka aku bakalan ngomong seperti itu, tapi maksud aku ngomong gitu biar dia sadar dan jangan malas. "Kamu lebih mentingin hal - hal yang ga perlu dari pada ngutamain masa depan kamu loh, kalau aku lihat kamu belum bisa netapin tujuan kamu padahal kamu punya banyak kesempatan tapi kamu lebih sering waste opportunity. Yang perlu kamu lakukan sekarang adalah berubah dan tetapkan tujuan kamu mau kemana, dan satu hal gunakan kesempatan yang ada kalau perlu tulis di agenda dan bawa kemana - mana bila perlu gantungin di kaca helm kamu biar tiap pergi kamu tahu jadwal kamu".
Cinta tidak selalu sama
Bu, lapar !,rengek anak kecil yang sedang berada di pangkuannya. Wanita itu menatap dengan lembut anaknya. Hatinya terasa teriris-iris. Dipandangi gubug reyot tempatnya tinggal, tidak ada sama sekali makanan yang masih tersisa. Hanya ada air putih yang masih tersisa di dalam kendi tanah diatas meja. Perlahan diraihnya kendi tanah itu dan mengulurkan kucunya ke mulut anak semata wayangnya. Sang anak meneguk tiga kali berusaha menghilangkan rasa lapar dengan meminum air.
Anak kecil itu menatap wajah ibunya dengan penuh rasa sayang, seakan ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sangat dalam. Tangan kecilnya meraih keatas mengusap air mata bening yang keluar dari kelopak mata ibunya.
"Mengapa ibu menangis", tanya sang anak perlahan.
Wanita itu menghela nafas panjang, dia berfikir tidak mungkin menjelaskan apa yang sedang difikirkannya kepada anak kecil ini. Ini tentang beban hidupnya yang sangat berat, bahkan dia selalu berusaha tegar terhadap semua keterbatasan yang dia miliki.
"Nggak apa-apa kok sayang, bobok lagi saja !",ujar sang wanita lembut seakan ingin menciptakan ketentraman di hati anaknya.
Sang anak menatap lebih dalam ke arah mata ibunya, seakan mencoba mencari tahu alasan mengapa ibunya menangis.
"Aku tahu beban ibu sangat berat",celetuk polos sang anak yang membuat ibunya sedikit tersentak.
"Aku tahu dengan segala keterbatasan ibu, ibu selalu berusaha untuk mencukupi segala kebutuhanku. Ibu menjadi buruh mencuci, kadang-kadang ibu mengumpulkan sisa-sisa sampah untuk dijual lagi. Aku tahu ibu melakukan itu semua agar aku bisa makan", anak kecil itu terus berceloteh untuk membuat ibunya bangga.
"Tapi ibu tidak bisa menyekolahkanmu anakku !",jawab sang ibu dengan penuh penyesalan.
"Ibuku sayang !",kata sang anak sambil bangkit dari tidurnya. Diletakkan kedua tangannya di pangkuan ibunya seakan ingin memberikan kekuatan kepada orang yang paling dicintainya.
"Ibu tidak menyekolahkanku, tetapi setiap malam ibu mengajariku membaca, berhitung, mengaji, atau pengetahuan-pengetahuan baru dari kertas koran bekas yang kita kumpulkan. Semakin hari aku semakin mengerti tentang ilmu-ilmu baru, bahkan mungkin jauh lebih banyak dari teman-teman sebayaku",jawab sang anak tulus dan bangga.
"Iya, tapi aku tak mampu menyekolahkanmu di SD di kampung kita. Coba kalau ibu mampu maka kamu nanti bisa punya ijasah melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi dan masa depanmu akan lebih baik",sang ibu menjawab sambil tertunduk seakan merasa telah mengeluh terlalu dalam kepada anaknya.
Sang anak kecil menggeser duduknya tepat dihadapan sang ibu. Dia tersenyum sangat manis, dipijatnya kaki wanita didepannya. Seorang wanita cantik sebenarnya, tetapi nampak lebih tua dari umur yang sebenarnya, apalagi dia harus hidup sendiri sepeninggal suaminya.
"Ibuku sayang, dengan semua yang ibu bisa, ibu sudah memberikan yang terbaik untuk kehidupanku. Aku bersyukur karena mendapatkan limpahan kasih sayang yang tiada tara. Ibu selalu mengajariku semua yang seharusnya aku tahu. Ibu selalu berada disampingku pada saat aku membutuhkannya. Aku memang ingin sekolah di SD di kampung kita, tetapi aku lebih ingin mendapatkan cinta yang aku rasakan selama ini. Aku memang ingin hidup berlimpah ruah seperti anak-anak kecil sebayaku, tetapi aku lebih ingin hidup disampingmu karena aku selalu mendapatkan limpah ruah kasih sayang yang selama ini aku butuhkan.".
Sambil mendekatkan wajah, anak kecil itu melanjutkan perkataannya, "Bu, mencintai tak harus sama, ketulusan untuk mewujudkan cinta jauh lebih penting dari sekedar menyamakannya dengan kehidupan orang lain."
Dipeluknya wanita itu dengan penuh kasih sayang, "Bobok lagi yuk, ibu harus istirahat, besok kita janji jam setengah enam sudah di rumah Pak Hadi untuk mencuci baju"
Anak kecil itu menarik selimut kumalnya sampai ke dada. Membiarkan wanita itu berurai air mata. Tetapi kali ini bukan karena kesedihan meratapi nasib, justru karena syukur yang amat dalam karena Tuhan mengirimkan malaikat kecil untuk mendampingi dan memperkuat hidupnya.
Rabu, 05 November 2008
berapa itu cukup?
bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata
air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang
diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si
petani mengucapkan kata "cukup". Seketika si petani terperangah melihat
kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa
ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya
ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir
sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan
mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar
untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus
mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya
karena dia tak pernah bisa berkata cukup.
Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata
"cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa
gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha
hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya
kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.
Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?
Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan
hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak
perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita
berhenti berusaha dan berkarya. "Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi
stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita
melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan.
Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini,
maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.
Belajarlah untuk berkata "Cukup"
Tips Mario Teguh
berguna..
*Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda*
*Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil*
*Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru*
*Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan*
*Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan*
*Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu*
*Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru*
*Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah*
*Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda*
*Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani*
*Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.*
*Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat*
*Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan*
*Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat*
*Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai
Look Good
dalam hidup Anda . Memberi jauh lebih baik dari menerima. Menolong dan
memberi orang lain memiliki pengaruh psikologi dan fisik positif pada
kesehatan.
Dalam beberapa penelitian di Amerika pada orang dewasa menunjukkan bahwa
peserta yang memberikan dukungan dan cinta pada orang lain memiliki
kesehatan yang lebih baik. Mereka cenderung awet muda dan terhindar dari
depresi dibanding mereka yang tidak pernah memberikan.
Sehingga, jika Anda ingin terlihat lebih baik, hidup sehat dan mungkin
awet muda, sisihkan waktu untuk membantu orang lain. Mulailah dan terus
lakukan dengan sesuatu yang kecil. Berikut cara sederhananya:
1. Melakukan sesuatu bagi orang lain
Tawarkan untuk membuat atau mendapatkan secangkir kopi atau teh saat
Anda telah mendapatkannya. Cucikan gelas rekan kerja Anda ketika Anda
selesai mencuci milik Anda.
2. Tawarkan bantuan pada orang asing
Berikan tempat duduk di kereta atau bis yang penuh atau membawakan
makanan bagi mereka yang lapar.
3. Menjadi sukarelawan dalam masyarakat
Jangan hanya memikirkan atau membicarakannya tetapi lakukan!
4. Membantu pekerjaan-pekerjaan rumah
Bantulah ibu Anda dalam menyelesaikan tugas-tugas rumah, kemudian
tetangga yang memerlukan bantuan untuk menyapu rumah atau bahkan
menyiram tanaman.
5. Berikan tumpangan pada teman atau rekan kerja
Jika Anda memiliki kendaraan, tanyalah tetangga apakah perlu tumpangan
ke kantor atau hanya ketempat pemberhentian bus atau kereta. Dan
janganlah minta uang!
Ada banyak hal kecil yang bisa kita lakukan untuk membantu orang lain
sehari-hari. Dalam melakukannya, faktor berbuat baik yang harus selalu
dikedepankan. Ini adalah sesuatu yang uang tidak bisa beli dan bahkan
tidak melibatkan uang.
Kebaikan sejati
Sungguh teramat mudah menjadi orang yang bijaksana. namun teramat sulit
menjadi seorang yang benar. Lebih mudah memberitahu orang lain tentang
kesalahannya daripada merubah kesalahan kita sendiri, karena itu teman,
lebih baik kiranya kita banyak bekerja daripada melulu berteori.
Kebaikan terjadi bila seseorang berbuat bukan karena berbicara
tentangnya.
Kamis, 30 Oktober 2008
Pasrah ???
Apa yang bisa kita ambil dari cerita diatas, “Pasrah” atau “putus asa” ? sering kita salah mengartikan dan menempatkan kata pasrah, padahal itu bukan pasrah tapi putus asa, seorang pengangguran yang menunggu panggilan kerja dari satu perusahaan yang dia kirimi lamaran tanpa mencoba untuk mencari ke perusahaan lain apakah itu disebut pasrah.
Menurut saya pasrah adalah dimana kita selalu berdoa kepada tuhan tapi kita terus berusaha untuk mendapatkan apa yang kita do’akan, tapi kalau kita hanya terus berdoa’a tanpa berusaha saya pikir itu adalah putus asa.
“Sesungguhnya tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali atas usaha mereka”. Jadi apa yang kita lakukan saat ini adalah jalan untuk meraih apa yang kita inginkan apapun keinginan itu, kita bermalas – malasan karena kita tidak punya keinginan.
Selasa, 28 Oktober 2008
Mengakui kegagalan
belajar, berkembang, memperbaiki diri, membuat permulaan baru, dan
bahkan mengakhiri keterpurukan dan sikap menyerah kita."
-- Charles W. McCoy Jr., dalam bukunya 'Why Didn't I Think of That'
DIA sungguh seksi. Bening dan menggairahkan. Siapa pun yang
melihatnya, pasti ingin menjamahnya. Jangan salah, dia bukanlah
seorang gadis. Dia bernama Macintosh. Tak ada yang menyangkal dengan
kecantikan dan kecanggihan komputer keluaran dari Apple tersebut.
Tapi, siapa dapat menduga, perusahaan ini tumbuh dari sebuah
kegagalan. Tidak saja dalam menciptakan alat tersebut, tapi juga
lika-liku laki-laki si pemiliknya, Steve Jobs.
Sekarang marilah kita kembali ke tahun 1976. Dan tengoklah ke dalam
garasi milik keluarga Jobs. Di sana, dua anak muda yang kebetulan
sama-sama bernama Steve, yaitu Jobs dan Wozniak, tengah asyik
mengutak-atik komputer yang bernama Apple 1.
Singkat cerita, perusahaan ini berkembang seperti pohon rambutan di
musim panas. Cepat berbuah dan manis. Hasilnya, perusahaan ini
tumbuh pesat menjadi a big company. Jobs pun merasa tidak kuasa lagi
mengendalikannya. Pada 1983, dia merekrut John Sculley, dari
perusahaan Pepsi-Cola, untuk memimpin Apple Computer.
Sculey memang pemimpin jempolan. Dia sendiri kemudian menemukan
ketidakcocokan dengan Jobs, yang mudah emosi dan berubah pikiran.
Dua tahun kemudian, karena banyak ulah, dia pun memecat Jobs dari
jabatannya dan mengusirnya dari Apple.
Tragis nian. Orang yang mendirikan perusahaan ternyata harus
hengkang dari rumahnya sendiri. Sedih? So pasti. Tak hanya menyesal
seumur-umur, Jobs pun mengakui kegagalannya selama memimpin di
Apple. Walau sudah begitu, keinginan untuk kembali ke Apple ditolak
oleh para petingginya.
Namun Jobs tak berlama-lama merenungi kegagalannya. Setelah keluar
dari Apple, ia mendirikan sebuah perusahaan komputer lagi, NeXT
Computer, yang juga tergolong maju dalam hal teknologi. Meski pun
canggih, NeXT tidak pernah menjadi terkenal, kecuali di lingkup
riset sains.
Di tahun 1986, Jobs bersama Edwin Catmull mendirikan Pixar, sebuah
studio animasi komputer di Emeryville, California. Satu dekade
kemudian, Pixar berkembang menjadi terkenal dan berhasil dengan film
terobosannya, Toy Story. Sejak saat itu Pixar telah menelurkan film-
film yang memenangkan Academy Award, seperti Finding Nemo dan The
Incredibles. Perusahaan itu kemudian membeli NeXT seharga US$429
juta di tahun 1996. Dan di tahun itu pula, Apple membawa Jobs
kembali ke perusahaan yang ia dirikan.
Kisah Jobs menjadi teramat manis. Dia merupakan sedikit orang yang
gagal dalam pendidikan. Dia tak pernah tamat kuliah, namun berhasil
menjadi satu CEO tersukses.
Itulah sekelumit cerita mengenai kegigihan Steve Jobs, pendiri
Apple. Ketika memberikan pidato di Stanford University, Juni 2005,
Jobs berterus terang soal kegagalannya di Apple, katanya, "Saya
gagal mengambil kesempatan." Lebih lanjut, Jobs mengatakan, "Apa
yang terjadi di Apple sedikit pun tak mengubah saya. Saya telah
ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya memutuskan untuk mulai
lagi dari nol." Dari cerita ini tergambar jelas, Jobs tak malu
mengakui kegagalannya. Ia tak mau menyerah begitu saja. Kemudian
Jobs memperbaiki dan mengevaluasi kegagalannya untuk kemudian meraih
sukses di tahun-tahun berikutnya.
Bagaimana dengan kita? Tentunya kita sering kali mendapatkan
kegagalan. Dalam hal apa saja. Termasuk mungkin, gagal dalam cinta.
Gagal dalam berbisnis. Gagal dalam pekerjaan. Gagal dalam mendidik
anak. Atau bahkan, gagal dalam membina rumah tangga.
Sejatinya, kegagalan merupakan suatu hal yang manusiawi. Kegagalan
bukanlah sesuatu hal yang buruk. Jadi, mengapa harus malu.
Masalahnya, apakah kita berani untuk mengakui suatu kegagalan.
Mengakui kegagalan memang bukanlah perkara yang mudah. Orang yang
dengan tulus mengakui kegagalannya, sudah tentu memiliki jiwa besar.
Karena tidak mudah untuk mengakui suatu kegagalan, maka diperlukan
tingkat keberanian tersendiri dan kejujuran yang paling dalam.
Mengakui kegagalan juga membuka peluang alternatif terbukanya jalan
lain. Kita pun tak hanya terpaku pada satu jalan. Dan seperti yang
dialami Jobs, mengakui kegagalan juga memberikan pelajaran yang
lebih baik lagi untuk tidak mengulangi kesalahan pada hal yang sama.
Ketika kita mengakui kegagalan, niscaya kita akan melihat seluruh
perjalanan yang sudah kita lalui dengan jernih. Alhasil, langkah
untuk memperbaikinya dan mengubahnya menjadi lebih ringan
dilakukan. Namun tentu saja, hal itu harus dibarengi dengan langkah-
langkah untuk membuat perubahan. Setelah mengetahui letak
kesalahannya, langkah selanjutnya yang ditempuh ialah mengatur
kembali rencana berikutnya.
Mengakui kegagalan, bukanlah 'gagal, titik sampai disini'. Bukan
titik, melainkan koma. Mengakui kegagalan bukanlah suatu
pemberhentian akhir, melainkan suatu terminal transit menuju
perjalanan berikutnya yang lebih baik. (150908)
Sumber: Mengakui Kegagalan oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di
Jakarta










