Senin, 24 November 2008

RBC (Risk Based Capital)

Dewasa ini, istilah “Risk Based Capital” (singkatnya RBC) telah menjadi penting, khususnya berkaitan dengan pengukuran keamanan finansial atau kesehatan perusahaan-perusahaan asuransi.
Regulasi pemerintah berdasarkan RBC mengenai kesehatan perusahaan-perusahaan asuransi diluncurkan ke industri asuransi di Indonesia oleh Pemerintah setempat di tahun 1999. Beberapa perusahaan asuransi sekarang telah berada dibawah pengawasan khusus Pemerintah karena rasio kesehatan RBC mereka tidak memenuhi ketentuan minimum Pemerintah.

RBC menginformasikan apa kepada kita?

Secara umum, rasio kesehatan RBC adalah suatu ukuran yang menginformasikan tingkat keamanan finansial atau kesehatan suatu perusahaan asuransi. Semakin besar rasio kesehatan RBC sebuah perusahaan asuransi, semakin sehat kondisi finansial perusahaan tersebut.

Apa sebenarnya rasio kesehatan RBC?

Rasio kesehatan RBC suatu perusahaan asuransi pada dasarnya adalah rasio dari nilai kekayaan bersih atau “net worth” perusahaan bersangkutan, yang dihitung berdasarkan peraturan akuntasi standar, dibagi dengan nilai kekayaan bersih, yang dihitung kembali dengan mengikutsertakan resiko-resiko pemburukan yang mungkin terjadi.
Pengikutsertaan resiko-resiko pemburukan yang mungkin tersebut merefleksikan adanya ketidakpastian yang dihadapi oleh perusahaan dalam aktivitas sehari-harinya, misalkan saja kemungkinan jatuhnya nilai aset secara jangka pendek akibat investasi pada instrumen yang lebih beresiko, demikian pula kemungkinan naiknya tingkat hutang akibat perkembangan yang tidak menguntungkan di masa depan dalam hal tingkat suku bunga, tingkat kematian, tingkat putus kontrak, dan lain sebagainya.
Nilai kekayaan bersih yang ke dua, sebagai penyebut dari rasio tersebut, sebenarnya merupakan besaran yang semula disebut sebagai Risk Based Capital, karena berupakan besaran nilai kekayaan bersih, atau Capital, yang dihitung secara Risk Based.

Ketentuan kesehatan RBC di Indonesia

Perusahaan-perusahaan asuransi di Indonesia harus melaporkan rasio kesehatan RBC mereka ke Pemerintah secara kwartalan, dan ketentuan minimum yang ada sekarang bagi rasio tersebut adalah 120%, satu peningkatan sejak ketentuan minimum rasio tersebut dikenalkan sebesar 15% di tahun 1999.

Tidur nyenyak dengan rasio kesehatan RBC Prudential Life Assurance Indonesia

Prudential Indonesia secara cukup jauh melampaui ketentuan minimum Pemerintah sebesar 120% yaitu 369%. Dan perusahaan memiliki komitmen untuk meningkatkan lebih jauh lagi selisih antara rasio kesehatan RBC perusahaan dengan ketentuan minimum Pemerintah – bagi kepentingan keamanan nasabah.
Ingat: Semakin tinggi rasio kesehatan RBC sebuah perusahaan asuransi, semakin sehat perusahaan bersangkutan – dan semakin tenang anda dapat tidur mengetahui bahwa keamanan finansial anda terjaga dengan baik







Jumat, 21 November 2008

Pru Syariah, unit link Prudential

Asuransi syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang, melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau Tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah”
Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI)
Apakah PRUsyariah?
Asuransi yang dikaitkan dengan investasi berbasis syariah, yang terdiri dari PRUlink syariah assurance account dan PRUlink syariah investor account.
Produk ini sudah sesuai dengan Ketentuan Fatwa Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Manfaat PRUlink syariah assurance account

· Manfaat kematian (Death Benefit)
· Manfaat Cacat Total dan Tetap (Total and Permanent Disability)
· Dapat menambahkan nilai uang pertanggungan (sum covered) setiap saat
· Dapat melakukan penambahan kontribusi (top-up) setiap saat
· Dapat menentukan sendiri besarnya komposisi dari nilai proteksi dan nilai investasi
· Dapat melakukan pengalihan dana (fund switching)
· Pilihan manfaat asuransi tambahan (riders) yang beragam

12 Asuransi Tambahan (riders) PRUlink syariah assurance account

PRUcrisis cover syariah 34

Memberikan uang pertanggungan PRUcrisis cover syariah 34 apabila Peserta Utama menderita dan memenuhi kriteria salah satu dari 34 kondisi kritis.

PRUcrisis cover benefit syariah 34

Memberikan uang pertanggungan PRUcrisis cover benefit syariah 34 apabila Peserta Utama menderita dan memenuhi kriteria salah satu dari 34 kondisi kritis atau meninggal dunia tanpa mengurangi uang pertanggungan dasar.

PRUpersonal accident death syariah

Memberikan manfaat tambahan apabila Peserta Utama meninggal dunia akibat kecelakaan.

PRUpersonal accident death & disablement syariah

Memberikan manfaat tambahan apabila Peserta Utama mengalami cacat total dan tetap atau meninggal dunia akibat kecelakaan.

PRUmed syariah

Manfaat tambahan yang memberikan tunjangan harian rawat inap, ICU dan pembedahan kepada Peserta Utama jika menjalani rawat inap di rumah sakit.

PRUhospital & surgical syariah

Manfaat tambahan yang memberikan penggantian seluruh biaya rawat inap, ICU dan pembedahan sesuai dengan manfaat yang diambil, selama Peserta Utama menjalani perawatan di rumah sakit.

PRUwaiver syariah 33

Jika Peserta Utama menderita dan memenuhi kriteria salah satu dari 33 kondisi kritis, PT Prudential Life Assurance akan melanjutkan pembayaran kontribusi dasar sampai berakhirnya masa pertanggungan yang dipilih.

PRUpayor syariah 33

Jika Peserta Utama menderita dan memenuhi kriteria salah satu dari 33 kondisi kritis, PT Prudential Life Assurance akan melanjutkan pembayaran seluruh kontribusi sampai berakhirnya masa pertanggungan yang dipilih.

PRUspouse waiver syariah 33

Jika suami/ istri dari Peserta Utama menderita dan memenuhi kriteria salah satu dari 33 kondisi kritis atau mengalami cacat total dan tetap sebelum usia 60 tahun atau meninggal dunia, PT Prudential Life Assurance akan melanjutkan pembayaran kontribusi dasar sampai berakhirnya masa pertanggungan yang dipilih.

PRUspouse payor syariah 33

Jika suami/ istri dari Peserta Utama menderita dan memenuhi kriteria salah satu dari 33 kondisi kritis atau mengalami cacat total dan tetap sebelum usia 60 tahun atau meninggal dunia, PT Prudential Life Assurance akan melanjutkan pembayaran seluruh kontribusi sampai berakhirnya masa pertanggungan yang dipilih.

PRUparent payor syariah 33

Jika ayah dan/ atau ibu dari Peserta Utama menderita dan memenuhi kriteria salah satu dari 33 kondisi kritis atau mengalami cacat total dan tetap sebelum usia 60 tahun atau meninggal dunia, PT Prudential Life Assurance akan melanjutkan pembayaran seluruh kontribusi sampai berakhirnya masa pertanggungan yang dipilih.

PRUlink term syariah

Manfaat tambahan yang diberikan jika Peserta Utama meninggal dunia sebelum usia 70 tahun.

3 Macam pilihan investasi PRUlink syariah assurance account yang dapat Anda pilih beserta risikonya masing-masing:

| PILIHAN INVESTASI PROFIL RISIKO |
|------------------------------------------------------------------------------------------|
| PRUlink Syariah Rupiah Equity Fund Investasi saham, risiko tinggi |
| PRUlink Syariah Rupiah Managed Fund Investasi seimbang, risiko sedang |
| PRUlink Syariah Rupiah Fixed Income Fund Investasi obligasi, risiko sedang |
-------------------------------------------------------------------------------------------|
Dewan Pengawas Syariah Prudential beranggotakan:

· Dr. H. Anwar Ibrahim (Ketua)
· Ir. H. Adiwarman A. Karim, MBA, MAEP (Anggota)
· H. Ahmad Nuryadi Asmawi, LL.B, MA


Dunia terus berputar

Pernahkah anda mendengar seseorang mengatakan:"Boleh jadi, bawahan anda akan menjadi atasan anda pada suatu saat kelak....". Tidak
banyak atasan yang menyadari kenyataan ini, sekaligus bersedia menerima konsekuensi yang ditimbulkannya. Dan, lebih sedikit lagi
atasan yang bahkan dengan 'sengaja' melakukan 'sesuatu' untuk membantu bawahannya menapak lebih tinggi dari dirinya sendiri.
Meskipun pada kenyataannya, ada banyak bukti bahwa para bawahan cemerlang melejit karirnya hingga menjadi atasan bagi para mantan
atasannya. Apakah anda menemukan fenomena serupa ini dilingkungan kerja anda?

"Gue resign aja deh...." begitu kata seorang teman. Dia lebih suka pindah ke perusahaan lain daripada harus menjadi bawahan bagi orang
yang pernah menjadi bawahannya. Secara mental, dia tidak siap menghadapi situasi terbalik seperti itu. Sulit menerimanya karena ada
ganjalan psikologis didalam dirinya. Dia dikuasai rasa gengsi. Merasa diri lebih senior. Lebih superior. Dan rupanya, tidak sedikit orang
yang bersikap seperti itu.

Banyak orang yang mengatakan bahwa; promosi tidak dilakukan secara transparan. Sarat dengan kolusi. Dilatarbelakangi diskrimanasi. Dan
penuh dengan perbenturan berbagai kepentingan. Akibatnya, orang mendapatkan posisi lebih tinggi tanpa didukung oleh kemampuan yang
memadai. Sehingga;"berseliweranlah para `anak kemarin sore' dijajaran manajer senior perusahaan". Mungkin betul begitu. Mungkin juga
sekedar alasan belaka. Tapi, konteks diskusi kita saat ini tidak sedang membahas aspek itu. Jadi, mari kita fokuskan pembahasan kita
kepada kenyataan bahwa :"Boleh jadi, bawahan kita akan menjadi atasan kita pada suatu saat kelak...." Let's accept the fact, and let's
deal with it.

Bagi kita, hal ini memiliki dua implikasi. Pertama; seandainya kita adalah sang atasan itu. Bagaimana kita menghadapi kemungkinan seperti
itu? Kemungkinan ketika bawahan kita menjadi atasan bagi kita. Mustahil? Tidak.

Maka, penting bagi kita untuk memiliki paradigma positif. Jika ada bawahan yang memiliki kualitas dan kinerja yang lebih baik dari kita;
bukankah itu baik bagi kita maupun organisasi itu sendiri? Memang, idealnya kita naik posisi terus menerus, sehingga setinggi apapun
bawahan kita naik; kita masih berada diatasnya. Namun, bukankah didunia nyata tidak selalu terjadi hal sedemikian?

Mari cermati kalimat ini;"Guru yang baik bukanlah mereka yang mau mengajarkan semua hal yang diketahuinya. Melainkan, mereka yang
bersedia membantu muridnya membuka tabir-tabir pengetahuan yang belum pernah terpecahkan." Apa yang kita ketahui sangatlah terbatas.
Sehingga, mengajarkan semua yang kita tahu tidak akan bisa menjadikan generasi masa depan lebih baik dari kita. Jika hal ini berlaku dalam
hubungan antara guru dan murid, dapatkah juga terjadi dalam hubungan antara atasan dan bawahan?

Seorang guru sejati akan bahagia ketika mendapati muridnya lebih hebat dari dirinya sendiri. Demikian pula seorang atasan yang hebat.
Dia bahkan membuka jalan, supaya bawahannya bisa menapak lebih tinggi. Tanpa ada rasa iri. Tiada pula kecemburuan. Yang ada,
hanyalah kebanggaan didalam dirinya. Meskipun – biasanya - seseorang yang telah menapak tinggi lupa bahwa; ada peran atasannya dalam
pencapaian yang diraihnya. Jadi, tidak mengherankan jika mereka kerap berkata;"I did it myself." Tapi, seorang atasan sejati; tidak
terlampau merisaukannya.

Implikasi kedua; seandainya kita sang bawahan itu. Bukti bahwa seorang bawahan bisa menapak jenjang karir yang lebih tinggi dari
atasan, cukup untuk meyakinkan diri kita bahwa masa depan kita bisa jauh lebih baik dari yang dapat kita bayangkan.

Sering kita dengar orang yang mengeluh bahwa karirnya tidak berkembang karena atasannya tidak cukup memberi bimbingan. Bisa iya.
Bisa juga tidak. Lagipula, kita tahu bahwa tuntutan perusahaan semakin banyak, sementara jumlah karyawan bahkan semakin berkurang.
Sehingga para pemegang posisi kunci semakin terbatas waktunya untuk menyuapi kita. Atau mengajarkan kepada kita tentang ini dan itu.
Mengharapkan mereka selalu ada disamping kita membuktikan bahwa memang kita bukan orang yang bisa diandalkan. Lagipula, mengapa
atasan kita harus memberi penilaian istimewa kepada orang-orang yang bisanya hanya bergelantung diketiak mereka?

Disisi lain, kita juga sering terjebak pada anggapan bahwa; 'kemampuan teknis adalah segala-galanya'. Padahal, kemampuan
teknis hanyalah satu dari sekian banyak faktor penting. Jadi, orang-orang yang hanya hebat secara teknis, hanya layak untuk menjadi
pelaksana. Bukan pemimpin. Itulah sebabnya, mengapa orang-orang yang hebat secara teknis; sering tersingkir. Repotnya, mereka merespon
situasi ini dengan menyimpulkan bahwa manajemen telah pilih kasih. Mereka merasa; proses assesment tidak fair.

Kita, harus keluar dari pola pikir semacam itu. Sebab, jika terjebak didalamnya; kita tidak akan pernah mengetahui apa yang harus
diperbaiki. Kita mengira bahwa semua kualifikasi itu sudah kita miliki. Padahal, ada orang lain yang lebih baik dari kita. Seperti
halnya anda yang tidak ingin dipimpin oleh orang yang sekedar jago dalam hal-hal teknis; maka tentu orang lainpun tidak ingin anda yang
hanya menguasai aspek teknis itu tampil menjadi pemimpin. Sebaliknya, ketika kemampuan teknis anda dipadukan dengan sikap positif,
kemampuan membangun hubungan yang produktif baik dengan atasan, bawahan maupun rekan sekerja, serta loyalitas yang tinggi; maka
mungkin, memang anda layak mendapatkan kesempatan untuk dipersaingkan dengan orang-orang hebat lainnya.









Selasa, 18 November 2008

Validasi PHP

kadang kita melihat pada web ada semacam ketentuan yang mengharuskan kita memasukan sauatu karakter tertentu kedalam suatu text box didalam web agar kita bisa mengeksekusi suatu perintah atau yang biasa kita sebut validasi, mungkin untuk validasi antara PHP dan VB sebenarnya sama yaitu proteksi terhadap suatu karakter tertentu, hanya saja kalau di VB kita menggunakan ASCII sedang di PHP saya pikir lebih simple walaupun scriptnya lebih panjang.

Disini saya bermaksud share untuk validasi PHP so untuk validasi di VB tidak saya sertakan.
kurang lebih scriptnya sebagai berikut



<?php

$first_name = $_POST['first_name'];
$last_name = $_POST['last_name'];
$tlp = $_POST['tlp'];
$email_address = $_POST['email_address'];
$username = $_POST['username'];
$password = $_POST['password'];
$retypepassword = $_POST['retypepassword'];

$polaemail = "^.+@.+\..+$";
$pola_tlp = "^[0-9]+$";
$polapassword = "^.{5,}$";

if((!$first_name) || (!$last_name) || (!eregi($pola_tlp, $tlp)) || (!eregi($polaemail, $email_address)) || (!$username) || (!eregi($polapassword, $password)) || (!$retypepassword) || ($password != $retypepassword)){
?>
<br />
<b>Tolong Isi Formulir Ini Dengan Benar! </b><br />
<?php
if(!$first_name){
?>
Tolong isi nama depan <br />
<?php }
if(!$last_name){ ?>
Tolong isi nama belakang <br />
<?php }
if(!eregi($pola_tlp, $tlp)){
echo "Tolong isi Telpon, Harus Angka Ex. 085648173225<br />";
}
if(!eregi($polaemail, $email_address)){
echo "Tolong isi Email, Ex. scorpio@linux.org<br />";
}
if(!$username){ ?>
Tolong isi username<br />
<?php }
if(!eregi($polapassword, $password)){
echo "Tolong isi Password, Harus Lebih dari 5 Karakter<br />";
}
if(!$retypepassword){ ?>
Tolong isi retype password
<?php }
if( "$password" != "$retypepassword" ){ ?>
Passwordnya tidak sama, ulangi lagi ya !
<?php
}
include "form.htm";
exit();
}
else
{
echo "Berhasil";
}
?>









sedang untuk macam pola bisa seperti ini :

POLA

KODE

Harus di awal kata ^

^

Huruf

A-Za-z

Angka

0-9

Huruf atau angka

[A-Za-z0-9]

Semua jenis karakter

.

Berjumlah satu atau lebih

+ atau {1,}

Berjumlah nol atau lebih

* atau {0,}

Berjumlah tiga sampai sepuluh

{3,10}

Diikuti dengan

@ @

Tanda titik

\.

Harus berada di akhir kalimat

$



Simple template

Penginnya bikin web yang memiliki kemudahan seperti web blog, tapi ternyata susah juga ya, setelaha beberapa hari selancar nemu tuh yang namanya template engine, aku nemu ada xtemplate, easy template dan juga smarty, rekomendasi teman-teman sih pakai smarty, akhir aku coba tuh baca - baca dokumentasi smarty, ternyata susah juga ya.

aku selancar lagi cari - cari siapa tahu ada template engine yang mudah dan simple, akhirnya nemu juga template engine yang sangat sederhana di web blognya Aditya, makasih nih untuk templatenya, emang sih telat banget hari gini baru belajar template.

Sedang aku coba untuk mengaplikasikan template engine dari aditya, ya meskipun ada beberapa modifikasi dan penyerderhanaan sedikit, tapi so far hasilnya oke.

Aku baru coba untuk web statis sih, belum aku coba dengan database, terus terang untuk web blog aku masih bingung dengan databasenya, akhirnya aku coba mau ngoprek database punya wordpress aja.




Mahalnya Pendidikan

Biaya pendidikan semakin mahal saja”, demikian komentar hampir semua ibu ketika mereka akan menyekolahkan anak mereka. Ini memang merupakan kenyataan yang harus dihadapi oleh semua orangtua. Biaya pendidikan semakin lama memang akan semakin mahal. Seiring dengan kenaikan barang-barang kebutuhan pokok yang pasti akan diikuti oleh kenaikan harga semua barang dan jasa, biaya pendidikan pasti juga akan mengalami kenaikan dari waktu ke waktu.


Kenaikan biaya di masa depan bisa berkali lipat dibandingkan dengan biaya pendidikan saat ini. Sebagai contoh pada awal tahun 1990, biaya kuliah per semester di sebuah universitas di Surabaya sebesar 400 ribu rupiah. Tahun 2005 lalu sebesar enam juta rupiah. Berarti, biaya kuliah per semester dari universitas tersebut sudah naik 15 kali lipat dalam kurun waktu 15 tahun. Dengan menganggap keadaan tidak berubah, biaya pendidikan 15 tahun dari sekarang juga bisa sekitar 15 kali dari biaya saat ini. Dengan demikian, orangtua yang anaknya belum masuk ke perguruan tinggi bisa memperkirakan sendiri berapa besar biaya per semester anak mereka ketika kelak men-empuh pendidikan di perguruan tinggi.

Biaya pendidikan turun hampir merupakan kemustahilan. Oleh karena itu, setiap keluarga yang memiliki anak harus sudah mempersiapkan biaya pendidikan untuk anak mereka sedini mungkin. Semakin cepat mereka mempersiapkan dana ini, akan semakin ringan beban yang harus mereka tanggung. Selain persiapan yang harus dilakukan sedini mungkin, pengetahuan tentang macam persiapan yang harus dilakukan juga penting bagi setiap keluarga.

Ada tiga hal yang harus diketahui oleh setiap keluarga untuk mempersiap-kan pendidikan bagi anak-anak mereka, yaitu asuransi pendidikan, tabungan pendidikan, dan investasi pendidikan.

1 ASURANSI PENDIDIKAN
Tujuan utama dari asuransi pendidikan adalah mengalihkan risiko anak-anak kita tidak bisa melanjutkan pendidikan jika ada hal buruk terjadi dalam hidup kita sehingga kita tidak bisa lagi mencari uang. Untuk pengalihan risiko ini, kita harus membayar premi. Jadi, tujuan asuransi ini bukanlah untuk membuat uang kita berkembang dengan pesat, namun untuk berjaga-jaga. Asuransi ini bisa disamakan dengan payung yang berfungsi sebagai pelindung. Jika tidak terjadi apa-apa dalam hidup kita, uang yang kita bayarkan untuk asuransi ini akan hilang. Sekali lagi saya ingin tekan-kan bahwa asuransi ini hanyalah untuk pelindung dan bukan untuk membuat uang kita berlipat ganda.

2 TABUNGAN PENDIDIKAN
Tujuan utama tabungan pendidikan ini adalah “memaksa” orangtua me-nyisihkan sebagian dari penghasilan mereka guna pendidikan anak mereka. Jumlahnya mungkin belum terlalu banyak. Namun demikian, orangtua perlu melakukan supaya mereka tetap punya uang tunai jika ada keperluan yang sangat mendesak.

3 INVESTASI
Para orangtua juga harus menyisih-kan pendapatan mereka untuk dimasukkan dalam investasi sehingga uang mereka bisa berkembang dengan lebih cepat. Karena sifatnya investasi, mereka bisa mengambil risiko yang lebih besar agar bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Ketiga hal tersebut (asuransi – tabungan – investasi) seharusnya dimiliki oleh setiap orangtua yang ingin memper-siapkan pendidikan bagi anak mereka. Produk keuangan yang berkaitan dengan pendidikan yang ada saat ini biasanya tidak murni (asuransi saja, tabungan saja atau investasi saja) tetapi merupakan gabungan dari dua atau tiga hal ini.Beberapa produk menggabungkan antara tabungan dan asuransi. Jika tertarik mengambil produk seperti ini, kita harus benar-benar mengerti porsi dari tabungan dan porsi asuransinya. Tabungan pada produk seperti ini pasti memberikan bunga yang lebih kecil daripada produk tabungan yang biasa.

Beberapa produk menggabungkan antara investasi dan asuransi. Kita harus mencermati bahwa produk ini pasti memiliki tingkat pengembalian investasi yang lebih kecil dari biasanya karena harus tetap membayar premi asuransi. Dari sisi asuransi, produk seperti ini juga kurang memberi perlindungan yang aman karena ada kemungkinan investasi sedang rugi atau hanya memberi keuntungan yang kecil saat kita menguangkan asuransi kita.

Dari penjelasan ini, kita harus benar-benar mengerti di mana kita harus meletakkan uang kita supaya bisa menghasilkan dana pendidikan yang paling maksimal untuk anak kita. Saya sendiri lebih senang untuk mengambil tiga produk yang terpisah, produk asuransi, produk tabungan dan produk investasi. Dengan melakukan tiga hal ini, saya bisa mendapatkan keuntungan dari tiap-tiap produk secara maksimal. Namun demikian, untuk beberapa keluarga yang awam, masih bisa mengambil produk yang menggabungkan antara Tabungan dan Asuransi. Ditambah dengan menyisihkan uang untuk diinvestasikan supaya bisa mendapatkan pengembalian yang lebih besar. Dengan menyisihkan uang tiap bulan dan mengalokasikan uang tersebut di tempat yang tepat, kita akan bisa tertawa tentang hari depan. Amin.







Pentingkah asuransi

Memang betul sebagian pihak suransi berpendapat bahwa fungsi asuransi adalah untuk melindungi penghasilan seseorang. Artinya setiap orang yang memiliki penghasilan sudah seharusnya juga memiliki asuransi jiwa.

Tapi menurut pendapat saya, yang seharusnya dilindungi adalah nafkah untuk tanggungannya, bukan penghasilannya. Kita misalkan saja jika sesorang masih bujangan tapi sudah memiliki penghasilan dengan bekerja. Karena masih bujangan dan tidak menanggung beban orang lain, maka penghasilan itu hanya untuk menafkahi dirinya sendiri. Jika terjadi musibah seperti meninggal dunia, maka tidak ada pihak yang terganggu kondisi keuangannya.

Lain halnya jika ia memiliki tanggungan, baik itu sudah berkeluarga atau menanggung nafkah orang tuanya. Maka sebaiknya ia memiliki asuransi jiwa karena jika ia meninggal dunia maka keluarga yang ditinggalkan atau orang tuanya akan kehilangan sumber nafkahnya yang selama ini diandalkannya.

Ingat, fungsi asuransi adalah sebagai proteksi secara finansial atas resiko kemungkinan terjadinya musibah yang tidak direncanakan. Jadi, yang harus dilihat apakah seseorang memerlukan asuransi atau tidak adalah dengan melihat resiko finansial apa yang akan terjadi ketika terjadi musibah padanya. Jika ada pihak yang terganggu kondisi keuangannya, maka sebaiknya mengasuransikan jiwanya. Namun jika ia tidak memiliki tanggungan, maka memiliki asuransi jiwa bukanlah hal yang prioritas.

Logika ini juga bisa dipakai dalam menentukan besarnya uang pertanggungan yang sebaiknya diambil. Yaitu dengan menghitung berapa nafkah yang selama ini dinikmati oleh tanggungannya. Jika memungkinkan pembayaran preminya, tetapkan uang pertanggungan yang cukup besar agar bisa mencukupi kebutuhan yang ditinggalkan selamanya. Atau jika preminya terlalu besar, ambil uang pertanggungan yang setidaknya bisa mencukup kebutuhan sampai bisa mendapatkan nafkah pengganti. Misalnya, nafkah untuk beberapa bulan sampai istri bisa memiliki pekerjaan. Atau sampai umur anak-anak dewasa sehingga bisa mencari nafkah sendiri.